Main PACMAN di Google.com

PacManHoy Bloggers, udah liat logo Google hari ini blom(21/05)? Logo homepage Google hari ini bisa di"main"kan lho..

Logo Google yang biasanya hanya berupa gambar yang memperingati suatu perayaan Internasional tertentu, kali ini sangat berbeda. Logo Google berubah menjadi papan permainan PACMAN, dan tentu saja bisa dimainkan. Logo tersebut dipersembahkan Google untuk memperingati 30 tahun PACMAN.

"Tahukah kamu?" Nama asli dari PAC-MAN saat pertama kali rilis adalah PUCK-MAN. Nama tersebut berubah karena translasi ke Bahasa Inggris.

Berniat update!!

Hoy Bloggers, udah lama nih gue gak nge-blogs. Hehe, payah deh emang ^^,

nyok kite baca postingan berikut, hehe..

Hhuu, udah beberapa minggu bahkan hampir sebulan kayaknya blog gue ini gak ada updatenya. Alasan yang bisa gue kasih ya.. (*hehe,, berasa ada yang nanya "riyadh, ada berita terbaru apa lagi di blogmu..?! kok blum di-update lagi..?! aku nunggu lho.." bhahahahaha..) mungkin karena gue lagi sibuk ngurusin PI kali yak..? sekedar info, gue mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Depok yang mengambil jurusan Manajemen Informatika D3, saat ini sedang menapaki kesehariannya di semester akhir. Semester yang berat. ;'(

back to topic.

Kalo gue liat dari blog temen-temen gue macam si bovie, sepertinya dia lancar-lancar aja ng-update blognya, selalu ada aja yang bisa diceritain. Kalo dibandingin, mungkin gue kayak baru belajar naek sepeda, sedangkan dia udah bisa ngendarain motor trus lepas tangan trus bisa sambil kayang sembari nyeimbangin meja di perutnya.. (*haha, much kalo bahasa inggrisnya mah, a.k.a lebayy..).

ok,, back to topic (again)

Implementasi Sistem Informasi [soft-skill4]

Nama   : Riyadh Firdaus
NPM    : 31107489
Kelas  : 3DB01






1. Fase Awal Pengembangan Sistem
Fase awal pengembangan sistem mengutamakan kemampuan pemakai dalam mengoperasikannya. Fase awal terdiri dari :
• Perencanaan sistem
• Analisis sistem
• Perancangan sistem secara umum/konseptual
• Evaluasi dan seleksi sistem

OK GO

Ya, nama band ini OK GO. nama yang cukup unik bukan? tunggu sampai kalian melihat video klip musik dari band bergenre rock ini.
Band yang terbentuk sejak tahun 1998 ini berasal dari Chicago, Illinois. Beranggotakan Damian Kulash (vokal dan gitar), Tim Nordwind (bass dan vokal), Dan Konopka (drum dan perkusi), serta Andy Ross (gitar, dan keyboard). Andy Ross sendiri yang baru bergabung pada tahun 2005 merupakan pengganti personel sebelumnya yaitu Andy Duncan.

Nama band ini berasal dari sebuah kelas seni yang diikuti oleh Damian Kulash sang vokalis dan Tim Norwind saat masih berumur 11 tahun. Sang guru seni selalu berkata "Ok..go..!" saat akan memulai pelajaran menggambar. Teringat akan hal tersebut, akhirnya mereka menamai band mereka dengan nama OK GO.

OK GO (2002-2005)
Band ini memulai debutnya dengan mengeluarkan album yang berjudul sama dengan nama band mereka sendiri yaitu "Ok Go". Pada album ini yang menjadi single hit yaitu "Get Over It" dan "C-C-C-Cinnamon Lips".



OH NO (2005-2009)
Album kedua mereka berjudul Oh No. Pada saat inilah Andy Duncan (gitar dan keyboard) memutuskan hengkang dari band, yang kemudian digantikan oleh Andy Ross setelah melalui tahap audisi. Album ini rilis pada Agustus 2005 dengan single pertama mereka berjudul "A Million Ways". Single tersebut merupakan salah satu video musik yang paling banyak diunduh, mencapai lebih dari 9 juta unduhan. Pada video musik A Million Ways, para personel menampilkan atraksi koreografi dansa yang unik di sebuah taman.
Akhir Juli 2006, mereka kembali merilis video musik mereka yang berjudul "Here It Goes Again". Kali ini mereka bukan hanya sekedar menampilkan koreografi yang unik, tapi juga kreatif. Mereka melakukannya di treadmills. Koreografi yang unik dan kreatif tersebut merupakan hasil arahan dari Trish Sie, saudara perempuan dari Damian Kulash. Alhasil, pada hari ke-6, video tersebut telah ditonton oleh jutaan orang pada situs media YouTube. Dan pada bulan April 2010, video "Here It Goes Again" telah ditonton lebih dari 50 juta kali, yang menempatkannya pada urutan ke-42 sebagai video yang paling banyak ditonton dan mendapat peringkat ke-29 sebagai video musik yang paling banyak ditonton serta menjadi video musik terfavorit sepanjang masa pada situs media YouTube.

Download video "A Million Ways"
Download video "Here It Goes Again"
Download album OK GO - Oh No
pass: exploreyourbrain.com
credit: yngwie malmsteen

Note: please support the original artist with buy their original album


OF THE BLUE COLOUR OF THE SKY (2010-sekarang)
Pada 12 januari 2010 mereka merilis album ketiga mereka yaitu "Of the Blue Colour of the Sea" dengan single pertama mereka yang berjudul "This Too Shall Pass" yang video musiknya "This Too Shall Pass (Marching band version)" juga dirilis pada tanggal tersebut. Kemudian pada tanggal 1 Maret 2010, mereka kembali mengeluarkan video musik dengan judul lagu yang sama, namun dalam versi yang berbeda yaitu "This Too Shall Pass (Rube Goldberg Machine version)". Video ini mungkin merupakan video musik terbaik yang pernah dibuat oleh sebuah grup musik.

This Too Shall Pass (Rube Goldberg Machine version)



sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/OK_Go

Implementasi Sistem Informasi [soft-skill3]

Keterkaitan Antara Sistem Informasi Geografis
dengan
Implementasi Sistem Informasi



Pada postingan kali ini akan dibahas mengenai kaitan antara Sistem Informasi Geografis dengan Implementasi Sistem Informasi. Berdasarkan postingan saya sebelumnya yaitu pada postingan soft-skill 1 dan soft-skill 2, antara Sistem Informasi Geografis dan Implementasi Sistem Informasi jelas terdapat hubungan erat dilihat dari keduanya yang sama-sama memiliki sebuah sistem.

Pada postingan soft-skill 2, disebutkan bahwa

Sistem Informasi Geografis terbagi menjadi tiga kelompok yaitu:
  • Alat masukan (input) sebagai alat untuk memasukkan data ke dalam jaringan komputer. Contoh: Scanner, digitizer, CD-ROM.

  • Alat pemrosesan, merupakan sistem dalam komputer yang berfungsi mengolah, menganalisis dan menyimpan data yang masuk sesuai kebutuhan. Contoh: CPU, tape drive, disk drive.

  • Alat keluaran (ouput) yang berfungsi menayangkan informasi geografi sebagai data dalam proses SIG. Contoh: VDU, plotter, printer.


Dari hal tersebut di atas, terlihat bahwa pada Sistem Informasi geografis terdapat "input - proses - output" yang merupakan salah satu bentuk paling sederhana dalam sebuah Sistem Informasi. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sebuah sistem, dalam hal ini yaitu Sistem Informasi diterapkan atau diimplementasikan dalam sebuah Sistem Informasi Geografis.

Diagram Sistem Komunikasi Satelit


Nama : Riyadh Firdaus
NPM : 31107489
Kelas : 3DB01
Mata Kuliah : Komunikasi Data dan Jaringan Komputer



SISTEM KOMUNIKASI SATELIT



Sumber data yang penerima data jaraknya cukup jauh, channel komunikasi dapat berupa media transmisi radiasi elektromagnetik yang dipancarkan melalui media udara terbuka, yang dapat berupa gelombang mikro (microwave), sistem satelit (satellite system) atau sistem laser (laser system).

Karena microwave tidak boleh terhalang, maka untuk jarak-jarak yang jauh digunakan sistem satelit (satellite system). Satelite akan menerima signal dikirimkan dari stasiun microwave di bumi dan mengirimkannya kembali ke stasiun bumi yang lainnya. Satelit berfungsi sebagai stasiun relay yang letaknnya di luar angkasa.

"satelit" sering kita mendengar tentang kata-kata satelit, tapi apakah kita mengerti apakah sebenarnya satelit itu. Pada gambar dibawah ini akan dijelaskan tentang arsitektur komunikasi satelit.



Gambar Arsitektur Komunikasi Satelit


Arsitektur komunikasi satelit terdiri dari dua segmen yaitu :
  • Segmen angkasa. Segmen angkasa terdiri dari (Bus, Payload, Power Supply, Kontrol temperatur, Kontrol attitude dan orbit, Sistem populasi,
    Telemetry Tracking & Command TTC). Elemen sistem yang spesifik dari satelit adalah Kontrol attitude dan orbit, serta TTC, kontrol ini sangat luar biasa karena bisa mengontrol bumi dari angkasa. Alat ini dapat memetakan bumi inchi demi inchi dalam besaran angka-angka yang disebut latitude dan longitude. Dan standar attitude ini dipakai oleh semua satelit buatan Amerika.

  • Segmen bumi. Pada bagian segmen bumi, arsitektur komunikasi satelit terdiri dari User terminal, segmen bumi, master dan jaringan. Seperti sistem komunikasi seluler segmen bumi ini bisa disebut mobile station dari sistem satelit.


Fungsi satelit adalah untuk:
  1. Distribusi point-to-multipoint program TV dari studio ke stasiun broadcast lokal.

  2. Transmisi point-to-point liputan siaran langsung ke studio.

  3. Distribusi point-to-multipoint program cable TV dari studio ke cable TV lokal.

  4. Distribusi point-to-multipoint program cable TV dan/atau jaringan TV langsung dari studio ke customer.


Keunggulan komunikasi satelit diantaranya adalah:
  1. Cakupan yang luas : satu negara, region ataupun satu benua.

  2. Bandwith yang tersedia cukup lebar.

  3. Independen dari infrastruktur teresterial.

  4. Instalasi jaringan segmen bumi yang cepat.

  5. Biaya relatif rendah per site.

  6. Layanan yang seragam dan untuk saat ini hanya dari satu provider.

  7. layanan mobile/wireless yang independen dimanapin juga.


Sedangkan kelemahannya :
  1. Up Front Cost tinggi: Contoh untuk Satelit GEO: Spacecraft, Ground Segment & Launch = US $200 jt, Asuransi : $50 jt.

  2. Distance insensitive: Biaya komunikasi untuk jarak pendek maupun jauh relatif sama.

  3. Hanya ekonomis jika jumlah User besar dan kapasitas digunakan secara intensif.

  4. Delay propagasi besar.

  5. Rentan terhadap pengaruh armosfir, dll.





sumber:
http://pogotel.blogspot.com/2008/06/sistem-komunikasi-satelit.html
http://viliaekameyana.blogspot.com/2008/09/sistem-komunikasi-data-dan-jaringan.html

Implementasi Sistem Informasi [soft-skill2]

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS



Pengertian SIG

Pernahkah Anda sebelumnya mendengar atau membaca istilah SIG? Sebagai awal
pemahaman beberapa orang pakar telah mencoba memberikan definisi mengenai SIG ini.
Tetapi bila disimak, definisi tersebut satu sama lain saling melengkapi dan memiliki pengertian yang hampir sama.
Berikut ini, beberapa definisi SIG menurut para ahli:

Aronaff, 1989
"SIG adalah sistem informasi yang didasarkan pada kerja komputer yang memasukkan,
mengelola, memanipulasi dan menganalisa data serta memberi uraian."

Barrough, 1986
"SIG merupakan alat yang bermanfaat untuk pengumpulan, penimbunan, pengambilan
kembali data yang diinginkan dan penayangan data keruangan yang berasal dari
kenyataan dunia."

Marble et al, 1983
"SIG merupakan sistem penanganan data keruangan."

Berry, 1988
"SIG merupakan sistem informasi, referensi internal, serta otomatisasi data keruangan."

Calkin dan Tomlison, 1984
"SIG merupakan sistem komputerisasi data yang penting."

Menurut Linden, 1987
"SIG adalah sistem untuk pengelolaan, penyimpanan, pemrosesan (manipulasi), analisis
dan penayangan data secara spasial terkait dengan muka bumi."

Petrus Paryono
"SIG adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, manipulasi
dan menganalisis informasi geografi."

Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa:
Sistem Informasi Geografis (bahasa Inggris: Geographic Information System disingkat GIS) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database.

Sistem Informasi Geografis dibagi menjadi dua kelompok yaitu sistem manual (analog), dan sistem otomatis (yang berbasis digital komputer). Perbedaan yang paling mendasar terletak pada cara pengelolaannya. Sistem Informasi manual biasanya menggabungkan beberapa data seperti peta, lembar transparansi untuk tumpang susun (overlay), foto udara, laporan statistik dan laporan survey lapangan. Kesemua data tersebut dikompilasi dan dianalisis secara manual dengan alat tanpa komputer. Sedangkan Sistem Informasi Geografis otomatis telah menggunakan komputer sebagai sistem pengolah data melalui proses digitasi. Sumber data digital dapat berupa citra satelit atau foto udara digital serta foto udara yang terdigitasi. Data lain dapat berupa peta dasar terdigitasi (Nurshanti, 1995).


Sumber Informasi Geografi

Sumber informasi geografi selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu (bersifat
dinamis), sejalan dengan perubahan gejala alam dan gejala sosial. Dalam geografi, informasi yang diperlukan harus memiliki ciri-ciri yang dimiliki ilmu lain, yaitu:
  1. Merupakan pengetahuan (knowledge) hasil pengalaman.

  2. Tersusun secara sistematis, artinya merupakan satu kesatuan yang tersusun secara
    berurut dan teratur.

  3. Logis, artinya masuk akal dan menunjukkan sebab akibat.

  4. Objektif, artinya berlaku umum dan mempunyai sasaran yang jelas dan teruji.

Selain memiliki ciri-ciri tersebut di atas, geografi juga harus menunjukkan ciri spasial (keruangan) dan regional (kewilayahan). Aspek spasial dan regional merupakan ciri khas geografi, yang membedakannya dengan ilmu-ilmu lain.


Komponen Sistem Informasi Geografi

Komponen utama Sistem Informasi Geografis dapat dibagi kedalam 3 komponen utama yaitu: perangkat keras (digitizer, scanner, Central Procesing Unit (CPU), hard-disk, dan lain-lain), perangkat lunak (ArcView, Idrisi, ARC/INFO, ILWIS, MapInfo, dan lain-lain), dan intelegensi manusia (brainware).

  1. Perangkat keras (Hardware)

    Perangkat keras: berupa komputer beserta instrumennya (perangkat pendukungnya).
    Data yang terdapat dalam SIG diolah melalui perangkat keras. Perangkat keras dalam
    SIG terbagi menjadi tiga kelompok yaitu:


    • Alat masukan (input) sebagai alat untuk memasukkan data ke dalam jaringan komputer.
      Contoh: Scanner, digitizer, CD-ROM.

    • Alat pemrosesan, merupakan sistem dalam komputer yang berfungsi mengolah, menganalisis dan menyimpan data yang masuk sesuai kebutuhan.
      Contoh: CPU, tape drive, disk drive.

    • Alat keluaran (ouput) yang berfungsi menayangkan informasi geografi sebagai data dalam proses SIG.
      Contoh: VDU, plotter, printer.




    Keterangan gambar:
    Data dasar geografi melalui unit masukan (digitizer, scanner, CD-ROM) dimasukkan ke komputer. Data yang telah masuk akan diolah melalui CPU (pusat pemrosesan data), dan CPU ini dihubungkan dengan:

    • Unit penyimpanan (disk drive, tape drive) untuk disimpan dalam disket.

    • Unit keluaran (printer, plotter) untuk dicetak menjadi data dalam bentuk peta.

    • VDU (layar monitor) untuk ditayangkan agar dapat dikontrol oleh para pemakai dan programmer (pembuat program).

    Scanner : alat untuk membaca tulisan pada sebuah kertas atau gambar.
    CD-ROM : alat untuk menyimpan program.
    Digitizer : alat pengubah data asli (gambar) menjadi data digital (angka).
    Plotter : alat yang mencetak peta dalam ukuran relatif besar.
    Printer : alat yang mencetak data maupun peta dalam ukuran relatif kecil.
    CPU : (Central Processing Unit) pusat pemrosesan data digital.
    VDU : (Visual Display Unit) layar monitor untuk menayangkan hasil pemrosesan.
    Disk drive : bagian CPU untuk menghidupkan program.
    Tape drive : bagian CPU untuk menyimpan program.

  2. Perangkat lunak (software)

    Perangkat lunak, merupakan sistem modul yang berfungsi untuk memasukkan,
    menyimpan dan mengeluarkan data yang diperlukan.
    Untuk lebih jelasnya, perhatikan skema di bawah ini!




  3. Keterangan gambar:
    Data hasil penginderaan jauh dan tambahan (data lapangan, peta) dijadikan satu menjadi data dasar geografi. Data dasar tersebut dimasukkan ke komputer melalui unit masukan untuk disimpan dalam disket. Bila diperlukan data yang telah disimpan tersebut dapat ditayangkan melalui layar monitor atau dicetak untuk bahan laporan (dalam bentuk peta/gambar). Data ini juga dapat diubah untuk menjaga agar data tetap aktual (sesuai dengan keadaan sebenarnya).

  4. Intelegensi manusia (brainware)

    Brainware merupakan kemampuan manusia dalam pengelolaan dan pemanfaatan SIG secara efektif. Bagaimanapun juga manusia merupakan subjek (pelaku) yang mengendalikan seluruh sistem, sehingga sangat dituntut kemampuan dan penguasaannya terhadap ilmu dan teknologi mutakhir. Selain itu diperlukan pula kemampuan untuk memadukan pengelolaan dengan pemanfaatan SIG, agar SIG dapat digunakan secara efektif dan efisien. Adanya koordinasi dalam pengelolaan SIG sangat diperlukan agar informasi yang diperoleh tidak simpang siur, tetapi tepat dan akurat.



Cara Mengelola Informasi Geografi

Secara umum proses SIG terdiri atas tiga bagian (subsistem), yaitu subsistem masukan data (input data), manipulasi dan analisis data, menyajikan data (output data).
  1. Subsistem masukan data (input data)

    Subsistem ini berperan untuk memasukkan data dan mengubah data asli ke bentuk yang dapat diterima dan dipakai dalam SIG. Semua data dasar geografi diubah dulu menjadi data digital, sebelum dimasukkan ke komputer. Data digital memiliki kelebihan dibandingkan dengan peta (garis, area) karena jumlah data yang disimpan lebih banyak dan pengambilan kembali lebih cepat. Ada dua macam data dasar geografi, yaitu data spasial dan data atribut.

    • Data spasial (keruangan), yaitu data yang menunjukkan ruang, lokasi atau tempat-tempat di permukaan bumi. Data spasial berasal dari peta analog, foto udara dan penginderaan jauh dalam bentuk cetak kertas.

    • Data atribut (deskriptis), yaitu data yang terdapat pada ruang atau tempat. Atribut menjelaskan suatu informasi. Data atribut diperoleh dari statistik, sensus, catatan lapangan dan tabular (data yang disimpan dalam bentuk tabel) lainnya. Data atribut dapat dilihat dari segi kualitas, misalnya kekuatan pohon. Dan dapat dilihat dari segi kuantitas, misalnya jumlah pohon.

      Data spasial dan data atribut tersimpan dalam bentuk titik (dot), garis (vektor), poligon (area) dan pixel (grid). Data dalam bentuk titik (dot), meliputi ketinggian tempat, curah hujan, lokasi dan topografi. Data dalam bentuk garis (vektor), meliputi jaringan jalan, pipa air minum, pola aliran sungai dan garis kontur. Data dalam bentuk poligon (area), meliputi daerah administrasi, geologi, geomorfologi, jenis tanah dan penggunaan tanah. Data dalam bentuk pixel (grid), meliputi citra satelit dan foto udara.


    • Data dasar yang dimasukkan dalam SIG diperoleh dari tiga sumber, yaitu data lapangan (teristris), data peta dan data penginderaan jauh.
      Berikut ini akan dibahas satu per satu mengenai data dasar tersebut.


      1. Data lapangan (teristris)

        Data teristris adalah data yang diperoleh secara langsung melalui hasil pengamatan di lapangan, karena data ini tidak terekam dengan alat penginderaan jauh. Misalnya, batas administrasi, kepadatan penduduk, curah hujan, jenis tanah dan kemiringan lereng.

      2. Data peta

        Data peta adalah data yang digunakan sebagai masukan dalam SIG yang diperoleh dari peta, kemudian diubah ke dalam bentuk digital.

      3. Data penginderaan jauh

        Data ini merupakan data dalam bentuk citra dan foto udara. Citra adalah gambar permukaan bumi yang diambil melalui satelit. Sedangkan foto udara adalah gambar permukaan bumi yang diambil melalui pesawat udara. Informasi yang terekam pada citra penginderaan jauh yang berupa foto udara atau radar, diinterpretasi (ditafsirkan) dahulu sebelum diubah ke dalam bentuk digital. Sedangkan citra yang diperoleh dari satelit yang sudah dalam bentuk digital, langsung digunakan setelah diadakan koreksi seperlunya.
        Data penginderaan jauh dan data teristris dimasukkan ke dalam SIG, kemudian disajikan ke dalam bentuk peta, grafik, tabel, gambar, bagan, atau hasil perhitungan.


  2. Subsistem manipulasi dan analisis data

    Subsistem ini berfungsi menyimpan, menimbun, menarik kembali data dasar dan menganalisa data yang telah tersimpan dalam komputer. Ada beberapa macam analisa data, antara lain:

    • Analisis lebar, menghasilkan daerah tepian sungai dengan lebar tertentu. Analisis lebar adalah analisis yang dapat menghasilkan gambaran daerah tepian sungai dengan lebar tertentu. Kegunaannya antara lain untuk perencanaan pembangunan bendungan sebagai penang-gulangan banjir.

    • Analisis penjumlahan aritmatika (arithmetic addition) menghasilkan penjumlahan.
      Analisis ini digunakan untuk menangani peta dengan klasifikasi, hasilnya menunjukkan peta dengan klasifikasi baru.

    • Analisis garis dan bidang, dapat digunakan untuk menentukan wilayah dalam radius tertentu. Misalnya, daerah rawan banjir, daerah rawan gempa dan daerah rawan penyakit.


  3. Subsistem penyajian data (output data)

    Subsistem output data berfungsi menayangkan informasi geografi sebagai hasil analisis data dalam proses SIG. Informasi tersebut ditayangkan dalam bentuk peta, tabel, bagan, gambar, grafik dan hasil perhitungan.



Keuntungan SIG dengan menggunakan Komputer

Mengapa penyajian data dalam SIG menggunakan komputer? Alasannya adalah, karena penyajian data geografi secara manual memerlukan waktu yang lama untuk memperoleh informasi yang diinginkan. Di samping itu, ketelitian informasi yang kita peroleh dengan cara manual tergantung pada ketelitian si pembuat peta yang sangat relatif (tingkat ketelitiannya diragukan), sehingga dengan cara manual kita tidak dapat memperoleh informasi secara tepat dan teliti.

Dalam mengkaji persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan gejala alam dan kehidupan di muka bumi dari sudut pandang keruangan dan kewilayahan, geografi memerlukan informasi yang cepat, tepat dan akurat (terhindar dari kesalahan) tentang gejala-gejala tersebut.

Untuk mendapatkan informasi yang cepat, tepat dan akurat, diperlukan alat bantu untuk menganalisis data yang diperlukan. Alat bantu tersebut merupakan suatu sistem, yang mampu menangani data geografi secara cepat, tepat dan akurat, yaitu dengan sistem komputer.

Selain diperoleh informasi secara cepat, tepat dan akurat, keuntungan SIG dengan menggunakan komputer adalah:
  1. Mudah dalam mengolah.

  2. Pengumpulan data dan penyimpanannya hemat tempat dan ringkas (berupa disket).

  3. Mudah diulang kalau sewaktu-waktu diperlukan.

  4. Mudah diubah kalau sewaktu-waktu ada perubahan.

  5. Mudah dibawa, dikirim dan ditransformasikan (dipindahkan).

  6. Aman, karena dapat dikunci dengan kode atau manual.

  7. Relatif lebih murah dibandingkan dengan survey lapangan.

  8. Data yang sulit ditampilkan secara manual, dapat diperbesar bahkan dapat ditampilkan dengan gambar tiga dimensi.

  9. Berdasarkan data SIG dapat dilakukan pengambilan keputusan dengan tepat dan cepat.





sumber:
http://eksan.komite-sman2bjb.web.id/wp-content/uploads/2008/04/sistem-informasi-geografi.pdf
http://mbojo.wordpress.com/2007/04/08/sistem-informasi-geografi-sig/
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_geografis